Sebanyak 50 Peserta dari Operator di Kab. Tasikmalaya Ikuti Sosialisasi Reaktivasi Data PBI-JK

Sebanyak 50 Peserta dari Operator di Kab. Tasikmalaya Ikuti Sosialisasi Reaktivasi Data PBI-JK | Ron

Tasikmalaya, AddNews.id – BPJS Kesehatan KC Tasikmalaya menggelar kegiatan sosialisasi reaktivasi data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), tentunya disambut dan diikuti antusias oleh 50 peserta, yang terdiri dari Operator SIKS-NG, PKH dan Operator Dinsos PPKBP3A Kab. Tasikmalaya.

Acara yang digelar berkat kerja sama Dinsos PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya ini berlangsung di Aula Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, kawasan Perkantoran Pemkab Tasikmalaya, Selasa (03/02/2026).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya, dr. Hj. Wini, M.Si., menyambut baik atas adanya sosialisasi yang digelar BPJS Kesehatan ini.

Dan ia pun mengajak kepada semuanya terkhusus para operator untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih di bulan Ramadhan ini.

Terlebih, lanjutnya, menunjukan komitmen dan integritas dalam pengelolaan data bantuan sosial, khususnya PBI-JK. “Data tidak boleh main-main. Jika ada masyarakat yang seharusnya tidak mendapat bantuan namun justru menerima, itu harus dipertanggungjawabkan. Sebaliknya pun demikian, tidak ada istilah titipan titipan,” tegasnya.

Dijelaskannya, secara keseluruhan, terdapat 2.862 data yang dinonaktifkan dan telah diajukan penggantinya melalui skema BPO-JK ke pemerintah pusat.

Menurutnya, pengusulan data harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat yang membutuhkan, “Kami menegaskan pentingnya peran Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dalam proses verifikasi dan validasi data,” ungkapnya.

Melalui operator desa, lanjutnya lagi, masyarakat yang direkomendasikan termasuk berdasarkan usulan dokter dapat diinput dan didampingi prosesnya.

“Sekali lagi saya tekankan kepada para operator yang ikut sosialisi ini, jangan sampai ada permainan dalam memasukkan data. Kita bekerja untuk membantu masyarakat yang benar-benar berhak,” ujarnya.

Dijelaskan Wini, Pihak Pemkab Tasikmalaya melalui Dinsos PPKBP3A kembali mengajukan sebanyak 10 ribu kuota penerima bantuan ke pemerintah Pusat, “Semoga saja ada realisasi dari usulan tersebut,” katanya.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Cardi, yang mewakili Kepala KC Tasikmalaya KGS Hamdani, menyampaikan pentingnya pemahaman masyarakat terkait kepesertaan dan fasilitas kesehatan (faskes) yang terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia memaparkan sejumlah program maupun proses tahapan reaktivasi kepesertaan PBI-JK, seperti diantaranya, Kewajiban peserta program jkn, Kanal layanan peserta, Reaktivasi dan perubahan segmen peserta dan Alur reaktivasi peserta PBI JK.

Diungkapkannya lagi, bahwa sekitar 53 persen peserta PBI-JK tercatat tidak aktif. Secara nasional, terdapat sekitar 11 juta peserta yang dinonaktifkan, baik yang sudah terdeteksi maupun yang masih dalam proses verifikasi.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fasilitas kesehatan tempat mereka terdaftar. Kami mengimbau agar masyarakat memahami kartu JKN atau KIS yang dimiliki, sehingga dapat mengakses layanan dengan tepat,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan apabila menemukan adanya pungutan biaya yang tidak semestinya dalam pelayanan JKN.

“Silakan laporkan jika ada biaya yang seharusnya tidak ada. Kami siap membantu dan memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta pemerintah desa semakin kuat dalam memastikan data PBI-JK akurat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat kurang mampu benar-benar memperoleh jaminan kesehatan yang menjadi haknya

Menambahkan, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya Deden Kurnia menyampaikan bahwa progres capaian PBI-JK tahun 2025 – 2026 menunjukan dinamika signifikan.

Terkait PBI-JK, lanjutnya, ada di angka 389.671 KK untuk desol 1-5. Dengan jumlah jiwa 1.133.551 jiwa, “Sedangkan kuota d kab Tasik 704.512 jiwa, bisa dikatakan  over kuota.

“Stabilitas pada kuartal pertama 2025, jumlah peserta aktif stabil di angka 777.000 – 778.000 jiwa,” ungkapnya. Asron