
Tasikmalaya, AddNews.id – Upaya mewujudkan kemandirian pangan masyarakat terus diluncurkan di Kota Tasikmalaya. Melalui program “Profesor Pulang Kampung”, pakar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Budi Indra, berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) serta PKK Kota Tasikmalaya untuk mengenalkan teknologi Pertanian Fertigator Otomatis Nirdaya (FONi).
Penerapan teknologi ini menyasar lahan PKK Kota Tasikmalaya yang kini dimanfaatkan untuk menanam sekitar 200 jenis tanaman hortikultura dan sayur-sayuran.
Inovasi FONi dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat bercocok tanam di pekarangan rumah. Sistem ini memungkinkan warga memanen sayuran sendiri tanpa perlu mengolah tanah, tanpa menyiram manual, dan sama sekali bebas dari penggunaan daya listrik.
Inovator FONi, Prof. Budi Indra, menyebutkan bahwa teknologi ini menjadi langkah nyata untuk mengatasi ketergantungan kebutuhan pokok harian masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu lagi belanja hanya untuk membeli sayuran. Sistem FONi sangat mudah diterapkan di lahan seadanya tanpa butuh keahlian khusus bertani, cukup dengan bimbingan singkat,” ujar Prof. Budi saat meninjau lokasi penanaman, Jumat (28/8/2026).
Hingga saat ini, sistem FONi telah diterapkan di 20 titik di Indonesia hingga ke mancanegara seperti Malaysia. Khusus di Kota Tasikmalaya, teknologi ini sudah aktif di lima lokasi percontohan. Prof. Budi pun berharap pemerintah daerah terus mendukung pengembangan sistem ini agar menjadi bagian dari kebijakan dan indikator keberhasilan sektor pertanian daerah.

Dukungan penuh turut datang dari Ketua Bidang Ketahanan Pangan PKK Kota Tasikmalaya, Susilawati Sopiati, S.KM, M.Si. Menurutnya, teknologi FONi sangat selaras dengan program ketahanan pangan keluarga yang sedang digalakkan organisasi tersebut.
“Sistem ini sangat simpel dan hemat air, sehingga sangat pas untuk skala rumah tangga. Kami sudah mensosialisasikannya ke Kelompok Wanita Tani (KWT) di tingkat kecamatan dan kelurahan, tinggal dilanjutkan dengan pemantauan di lapangan,” ungkap Susilawati.
Ia mengimbau masyarakat untuk dapat memanfaatkan pekarangan sekitar rumah agar kebutuhan pangan harian dapat terpenuhi secara praktis dan mandiri. EQi
