
Tasikmalaya, AddNews.id – Pesatnya tren olahraga padel di Kota Tasikmalaya membawa angin segar bagi iklim investasi daerah. Kendati demikian, pertumbuhan sektor ekonomi baru ini dinilai perlu diimbangi dengan kejelian pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pajak usaha.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, mengingatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar bergerak cepat merespons kemunculan tren bisnis baru. Berdasarkan pemantauannya, dari 20 lapangan padel yang beroperasi di Kota Tasikmalaya, terdapat 6 lokasi yang belum masuk dalam basis data perpajakan daerah.
“Kalau ada usaha baru yang berkembang, perangkat daerah harus cepat hadir. Data, bina, lalu tertibkan pajaknya. Dengan begitu PAD kita bisa semakin kuat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Kepler juga meminta Bapenda menggencarkan sosialisasi ketentuan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa hiburan dan olahraga agar para pengelola memahami hak serta kewajibannya.
Merespons desakan dewan, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kota Tasikmalaya, Dede Irfan Sani, menegaskan pihaknya siap melakukan validasi penuh di lapangan. Bapenda akan menyelaraskan data fisik dengan perizinan yang tercatat di DPMPTSP dan Dispora.
“Target kami dalam waktu dekat seluruh 20 lapangan padel tersebut sudah terintegrasi ke dalam sistem. Kami juga menyediakan kemudahan proses pendaftaran NPWPD dan sistem pelaporan agar pengelola tidak terkendala administrasi,” pungkas Dede. EQi
