
Tasikmalaya, AddNews.id – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC HIPKI) Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan di Elti English Course, Jalan Dewi Sartika, Tawangsari, Kamis (30/07/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Meningkatkan Kompetensi LKP untuk Mewujudkan SDM Kota Tasikmalaya yang Unggul dan Berdaya Saing” ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.IP., M.Si.
Turut hadir Ketua DPC HIPKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, M.A., beserta jajaran pengurus dan anggota HIPKI se-Kota Tasikmalaya.
Dalam keterangannya, Ketua DPC HIPKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, mengungkapkan bahwa raker ini merupakan agenda rutin tahunan untuk menyusun arah dan langkah kerja organisasi ke depan.
Menurutnya, saat ini Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tengah menghadapi tantangan yang sangat berat. Tidak sedikit LKP yang kesulitan mendapatkan peserta didik hingga akhirnya terancam mati suri.
“Kami melihat belum ada keberpihakan yang jelas dari program pemerintah untuk LKP. Padahal LKP punya peran penting dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berwirausaha,” ujar Kepler.
Oleh karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk memfasilitasi kolaborasi yang konkret antara pemerintah dan LKP demi mencetak generasi muda yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja.
Tak hanya soal keberpihakan program, Kepler juga menyoroti maraknya LKP yang beroperasi tanpa izin resmi di Kota Tasikmalaya. Ia berharap ada penindakan tegas dari dinas terkait agar menciptakan iklim usaha kursus dan pelatihan yang lebih sehat dan tertib.
Di samping itu, Kepler turut menjelaskan mengenai adanya perubahan regulasi terbaru. Berdasarkan aturan saat ini, kewenangan LKP kini difokuskan pada bidang kursus, sedangkan pelatihan keterampilan dialihkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
“Jadi sekarang LKP fokus pada kursus, sementara untuk keterampilan ada di Disnaker. Hal ini perlu disosialisasikan secara masif agar tidak terjadi tumpang tindih di lapangan,” terangnya.
Dalam forum tersebut, para peserta raker juga mengusulkan pentingnya program pembinaan berkelanjutan bagi para pengelola LKP. Pembinaan ini dinilai krusial guna meningkatkan kompetensi para tutor dan pembimbing, sehingga kualitas serta mutu layanan LKP dapat terus meningkat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, menyambut baik dan mengapresiasi gelaran raker DPC HIPKI. Rojab mengaku ini merupakan momen pertamanya hadir langsung dalam forum HIPKI.
“Kami sangat mengapresiasi HIPKI yang terus bergerak. Seluruh masukan dan catatan dari rekan-rekan akan kami tampung untuk ditindaklanjuti. Ke depan, kita harus memperkuat sinergi agar LKP bisa berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan kualitas SDM di Tasikmalaya,” tegas Rojab.
Rojab menambahkan, penguatan peran LKP sangat sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Melalui pelatihan yang tepat sasaran, para lulusan LKP diharapkan bisa langsung terserap di dunia industri maupun membuka lapangan kerja secara mandiri.
Melalui Raker tahunan ini, DPC HIPKI Kota Tasikmalaya berharap lahir kebijakan yang lebih berpihak kepada LKP mulai dari kemudahan perizinan, pembinaan tutor, hingga promosi program kursus kepada masyarakat luas agar LKP dapat kembali bergairah dan menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM Kota Tasikmalaya yang unggul. Asti
