
Tasikmalaya, AddNews.id – Bayang-bayang ketakutan selalu menghampiri warga Kampung Cilembang, Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya setiap kali langit mulai mendung dan hujan deras turun.
Di atas tebing tempat pemukiman mereka bernaung, berdiri kokoh Tower SUTET 111 milik PLN yang kondisinya kian mengkhawatirkan akibat erosi tebing.
“Kalau angin kencang, kabel di atas itu bergemuruh hebat. Saya sering minta warga yang rumahnya persis di bawah tower untuk mengungsi sementara. Kami cuma ingin hidup tenang,” ujar Ketua RT 06, Dede Misbah, Jumat (31/7/2026).
Menurut Dede, keluhan atas kerawanan tebing ini sudah disuarakan sejak periode 2016–2022. Namun respon PLN dinilai sangat lambat dibandingkan ketanggapan tim BPBD yang selalu siap sedia di lapangan saat terjadi musibah longsor kecil maupun pohon tumbang.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, yang hadir meninjau lokasi bersama BPBD dan aparat setempat, mengapresiasi langkah cepat warga yang bersatu menyuarakan aspirasi. Pihaknya berjanji tidak akan tinggal diam.
“Kami minta PLN jangan menunda-nunda penanganan. Keselamatan warga adalah hukum tertinggi. DPRD akan terus mengawal proses pengajuan anggaran penguatan tebing ini ke PLN Pusat agar cepat terealisasi,” ujar Kepler.
Pihak PLN ULTG Ciamis sendiri berjanji akan melakukan survei ulang dan mengupayakan penanganan fisik berupa DPT (Dinding Penahan Tanah) secara permanen yang ditargetkan rampung pada 2027 mendatang. EQi
