Gedung Dinilai Tak Lagi Representatif, Pelatih Luar Daerah Kecewa Atap GOR Sukapura Bocor Saat Event

Gedung Dinilai Tak Lagi Representatif, Pelatih Luar Daerah Kecewa Atap GOR Sukapura Bocor Saat Event | dokpri

Tasikmalaya, AddNews.id – Jalannya pertandingan hari pertama Tasikmalaya Open Tournament 2026 di GOR Sukapura Dadaha terpaksa sempat dihentikan sementara, Sabtu (16/5/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur Kota Tasikmalaya membuat atap gedung olahraga legendaris tersebut bocor, hingga airnya menetes dan membasahi arena pertandingan.

Demi keselamatan para atlet karate yang sedang bertanding, panitia terpaksa menjeda beberapa laga. Kondisi ini pun langsung memicu kekecewaan dari para peserta, pelatih, hingga official yang datang dari berbagai daerah. GOR Sukapura yang selama ini menjadi fasilitas olahraga andalan Kota Tasikmalaya dinilai sudah tidak lagi representatif untuk menggelar event berskala besar.

Salah seorang wasit yang bertugas, Alfonso Sitohang, membenarkan bahwa kebocoran tersebut sangat mengganggu jalannya turnamen.

“Pertandingan beberapa kali harus dijeda karena air menetes ke arena. Ini cukup mengganggu dan berbahaya bagi atlet,” ujar Alfonso di lokasi kejadian.

Menurut Alfonso, kebocoran atap seharusnya tidak terjadi di gedung yang rutin digunakan untuk kejuaraan olahraga dan disewakan untuk berbagai kegiatan publik. Ia menegaskan, faktor keselamatan atlet wajib menjadi prioritas utama.

Keluhan senada juga datang dari para pelatih luar daerah, salah satunya pelatih kontingen asal Jakarta. Ia menyayangkan kondisi GOR Dadaha yang membuat lantai arena menjadi licin dan rawan cedera.

“Kalau fasilitasnya tidak dibenahi, tentu akan menjadi pertimbangan bagi kami untuk kembali mengikuti event di sini,” ungkapnya kecewa. Ia berharap Pemkot Tasikmalaya segera melakukan perbaikan serius jika ingin terus dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga tingkat regional maupun nasional.

Ketua FORKI Desak Langkah Konkret Pemerintah

Merespons keluhan tersebut, Ketua FORKI Kota Tasikmalaya, Yuki Wahyuki, berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan renovasi menyeluruh terhadap GOR Sukapura Dadaha.

Menurut Yuki, Tasikmalaya memiliki potensi besar karena cukup sering dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, namun hal itu harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai.

“Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah agar gedung ini lebih representatif dan nyaman digunakan,” tegas Yuki.

Sebagai informasi, GOR Sukapura Dadaha merupakan salah satu aset sport center utama di Kota Tasikmalaya yang telah berdiri selama puluhan tahun. Insiden bocornya atap di tengah kejuaraan karate ini kembali mencuatkan urgensi perbaikan sarana dan prasarana olahraga di Kota Resik.

Meski sempat diwarnai insiden terganggunya laga akibat lantai basah, pertandingan Tasikmalaya Open Tournament 2026 akhirnya tetap dilanjutkan setelah panitia bergerak cepat mengeringkan area terdampak. Red.