Pasar Modal Priangan Timur Bergairah, OJK Tasikmalaya Catat Transaksi Saham Tumbuh 124 Persen

Pasar Modal Priangan Timur Bergairah, OJK Tasikmalaya Catat Transaksi Saham Tumbuh 124 Persen | dok OJK

Tasikmalaya, AddNews.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya melaporkan kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 tetap terjaga stabil. Kinerja positif ini berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus bergerak di zona positif.

Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengungkapkan bahwa kinerja perbankan di Priangan Timur menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan aset tercatat sebesar 3,78 persen hingga mencapai Rp3,27 triliun.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 6,91 persen menjadi Rp2,37 triliun, diikuti pertumbuhan kredit sebesar 1,89 persen yang mencapai Rp1,06 triliun.

“Fungsi intermediasi berjalan secara berkelanjutan dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang masih terjaga dalam batas aman dan terkendali,” ujar Nofa dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).

Kredit Investasi Meningkat, Sektor Rumah Tangga Mendominasi

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi mengalami kenaikan signifikan sebesar 14,96 persen, disusul kredit konsumsi yang meningkat 5,35 persen. Di sisi lain, kredit modal kerja mengalami kontraksi sebesar 7,41 persen.

Nofa menjelaskan, kenaikan pembiayaan investasi ini didorong oleh tingginya optimisme para pelaku usaha pada awal tahun 2026.

“Peningkatan investasi di tingkat regional Jawa Barat, khususnya Priangan Timur, memicu tingginya permintaan pembiayaan jangka panjang. Hal ini banyak digunakan untuk pengadaan barang modal serta perluasan kapasitas usaha,” jelasnya.

Jika dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar masih didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 44,67 persen. Diikuti oleh sektor pedagang besar dan eceran (23,71%), sektor bukan lapangan usaha lainnya (8,55%), sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (6,17%), serta sektor industri pengolahan (5,85%).

Realisasi KUR Wilayah Priangan Timur

Untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur hingga Maret 2026, OJK mencatat angka kumulatif yang fantastis, yakni sebesar Rp9,43 triliun dengan total 11.670 debitur.

Berikut adalah rincian serapan realisasi KUR di berbagai wilayah Priangan Timur:

  • Kabupaten Garut: Rp541 miIiar (9.759 debitur)

  • Kabupaten Tasikmalaya: Rp430 miliar (8.097 debitur)

  • Kabupaten Sumedang: Rp324 miliar (5.883 debitur)

  • Kabupaten Ciamis: Rp321 miIiar (5.684 debitur)

  • Kota Tasikmalaya: Rp202 mIliar (2.756 debitur)

  • Kabupaten Pangandaran: Rp94 miliar (1.840 debitur)

  • Kota Banjar: Rp43 miIiar (711 debitur)

Adapun tiga sektor dominan yang menyerap KUR terbesar adalah sektor perdagangan besar dan eceran senilai Rp670,41 miliar; sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp481,38 miIiar; serta sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan yang mencapai Rp393,03 miIiar.

Pasar Modal Melesat, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Masif

Geliat investasi tidak hanya terjadi di sektor perbankan. Dari sektor pasar modal, basis investor di Priangan Timur terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat. Nilai transaksi saham bahkan melonjak tajam hingga 124,83 persen (year-on-year) dengan nilai total mencapai Rp1.402,82 miIiar.

Guna mengimbangi pertumbuhan tersebut, OJK Tasikmalaya gencar melakukan edukasi keuangan. Sepanjang Triwulan I-2026, telah dilaksanakan 20 kegiatan edukasi yang diikuti oleh 10.991 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, ibu rumah tangga, profesional, hingga kelompok disabilitas.

OJK juga menerapkan strategi multiplier effect melalui program Training of Trainers (ToT) bagi para penyuluh agama di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, serta berkolaborasi dengan Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara di bidang perlindungan konsumen, OJK Tasikmalaya berhasil menindaklanjuti 494 pengaduan masyarakat dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen. Layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK juga sukses melayani 2.921 permintaan, yang terbagi atas 1.826 layanan tatap muka (walk-in) dan 1.095 layanan daring.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta inovasi digitalisasi di sektor jasa keuangan. Langkah ini penting untuk memperluas akses dan literasi masyarakat agar sektor keuangan di Priangan Timur semakin solid, adaptif, dan berdaya saing,” pungkas Nofa. Red