
Tasikmalaya, AddNews.com – Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan visi Tasik Religius kian nyata. Di bawah kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan, program penguatan nilai keagamaan terus diakselerasi, salah satunya melalui pembinaan tahfiz Al-Qur’an yang terstruktur.
Program unggulan bertajuk Ohan Hafiz (Satu Kelurahan Satu Hafiz) ini ditargetkan mampu mencetak minimal satu penghafal Al-Qur’an di setiap kelurahan setiap tahunnya. Langkah ini diambil sebagai upaya membentengi karakter generasi muda di tengah arus zaman.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tasikmalaya, Asep Dudi, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan dirancang secara berkelanjutan.
“Program Tasik Religius ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Salah satunya melalui pembinaan hafiz Al-Qur’an dengan target satu kelurahan satu hafiz setiap tahun,” ujar Asep Dudi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/04/2026).
Sistem Pembinaan Berbasis Zona
Untuk menjaga kualitas hafalan, Pemkot tidak main-main. Sebanyak 12 guru pembina tahfiz dan 8 pembina tahsin dikerahkan untuk mendampingi para peserta. Saat ini, program difokuskan pada remaja usia 13-19 tahun yang minimal sudah memiliki modal hafalan 5 juz.
Pelaksanaannya pun dibagi ke dalam empat zona pesantren strategis:
-
Zona Purbaratu & Cibeureum: Pesantren Nurul Hidayah.
-
Zona Cihideung, Tawang, & Cipedes: Pesantren Sulalatul Huda.
-
Zona Kawalu & Mangkubumi: Pesantren Al-Hasanah.
-
Zona Indihiang & Bungursari: Pesantren Nurul Iman.
Progres Membanggakan
Pada angkatan pertama ini, tercatat sebanyak 49 peserta sedang menempuh pembinaan intensif. Meski belum memenuhi kuota total 69 kelurahan, progres para santri terbilang luar biasa.
“Alhamdulillah progresnya cukup baik. Dari 49 peserta, rata-rata hafalan mereka sudah mencapai 20 juz. Ini modal besar untuk mencapai target hafiz 30 juz secara penuh,” tambah Asep dengan nada optimis.
Target Kedepan
Program angkatan pertama ini dijadwalkan rampung pada Agustus mendatang, sementara seleksi untuk angkatan kedua akan segera dibuka pada bulan Juni atau Juli.
Tak hanya sekadar menghafal, Pemkot berharap para lulusan program ini nantinya memiliki peran sentral di masyarakat, baik sebagai imam masjid maupun tokoh agama muda. Sebagai bentuk apresiasi, para peserta yang lulus akan mendapatkan piagam resmi dari Kepala Daerah.
Melalui Tasik Religius, Kota Tasikmalaya berharap besar lahirnya generasi Qur’ani yang mampu membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Asron
